——————
Spesifikasi Buku:
——————
Pengarang: Mustari Bosra
Penerbit: Rayhan Intermedia
Ukuran: 13 x 19 cm
Tebal: 120 hlm
Cetakan: I, 2009
ISBN: 978-602-95545-0-6
——————
Sinopsis:
——————
Studi ini merupakan tinjauan sejarah tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang dilakukan oleh para mujahid bangsa di Polombangkeng, Takalar, Sulawesi Se­latan. Awalnya mereka mengorganisir diri dalam Gerakan Muda Bajeng dan kemudian dikembangkan menjadi Kelasykaran Li­pan Bajeng dan pada akhirnya menjadi pendukung utama La­sykar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi (LAPRIS).

Para mujahid bergiat mengusir Belanda dan antek-an­teknya. Semboyan perjuangan “merdeka atau mati” dalam pan­dangan mereka merupakan redaksi lain dari prinsip perjuangan Islam yuqtal aw yaghlib yang disertai pekikan takbir Allahu Akbar. Bagi mereka, mati demi menegakkan kemerdekaan tanah air adalah syahid fi sabilillah. Keyakinan semacam itulah yang mem­buat mereka berani mati, tak gentar menghadapi musuh, seperti halnya Lipan yang menjadi identitas wadah perjuangannya.

Spirit agama dan nasionalisme tidak hanya mewarnai dinamika perjuangan Laskar Lipan Bajeng pada masa itu, tetapi juga mempengaruhi ruang-ruang keagamaan (Islam) masyarakat pasca perjuangan. Mengapa Islam menjadi rujukan spirit per­juangan?, bagaimana para laskar melangsungkan gerakannya di tengah gelora perjuangan mempertahankan kemerdekaan? Serta warisan apa yang ditinggalkan dan masih mempengaruhi cara berpikir dan berperilaku masyarakat pendukungnya, khu­susunya di Polombangkeng, Takalar? Jawaban atas semua per­tanyaan itu dapat ditemukan dalam buku ini.