——————-
SPESIFIKASI BUKU:
——————-
Pengarang: Usman Nomay
Penerbit: Rayhan Intermedia
Ukuran: 14 x 21 cm
Tebal: 110 hlm
Cetakan: II, Juni 2016
ISBN: 978-979-17587-8-9
——————-
SINOPSIS
——————-
Dinamika kemelayuan dalam rentang waktu yang sangat panjang, telah menyuguhkan kompleksitas persoalan dan ragam wacana yang menyertai sejarahnya. Hal ini menunjukkan bahwa masih tersedia (terbuka) ruang yang cukup luas untuk kajian spesifik (atau tematik) tentang Melayu di antara beberapa karya yang sudah ada. Dengan demikian, studi mengenai kemelayuan selalu menarik perhatian dan gencar dilakukan oleh banyak kalangan. Sebut saja antara lain seminar serumpun yang sering digelar oleh Indonesia-Malaysia, dimaksudkan untuk menelusuri persebaran dan hubungan kemelayuan di kawasan regional Asia Tenggara dalam berbagai konteks. Bahkan upaya menemukan persamaan budaya dan meretas hubungan historis dua negara serumpun ini, paling tidak akan mengubur mimpi buruk hubungan keduanya yang nyaris renggang.

Bangunan kemelayuan di tingkat makro (bilateral dan multilateral), akan semakin kukuh jika ditopang oleh pondasi sejarah dan pilar budaya lokal di tingkat mikro (lokal). Karena itu, dalam posisi inilah persebaran dan jejak kehadiran orang Melayu di Indonesia Timur termasuk Makassar menjadi penting dikaji.

Penulis buku ini juga mengungkap bahwa orang Melayu sesungguhnya bukanlah suatu komunitas etnik atau sukubangsa yang mungkin telah ditafsirkan “secara keliru” oleh banyak orang. Sebaliknya, ia adalah semacam bangsa atau kumpulan etnik serumpun yang beragama dan berbahasa sama. Dengan demikian, warisan budaya yang mereka miliki terdapat banyak persamaan yang menarik ditelusuri.