——————————————

Spesifikasi Buku:

——————————————

Pengarang: Ahmadin
Penerbit: Rayhan Intermedia
Ukuran:14 x 21 cm
Tebal: 182
Cetakan: III, 2017
ISBN: 978-602-72662-0-9

——————————————

Sinopsis:

——————————————

Pembahasan buku ini dimulai dari penemukenalan istilah pergerakan nasional, yang dimaksudkan untuk mengakrabkan pembaca pada istilah ini sekaligus mengi-dentifikasi persamaan dan perbedaannya dengan istilah “kebangunan nasional” dan “Kebangkitan Nasional”. Bahkan pada bagian ini dikemukakan akar penyebab lahirnya pergerakan nasional baik dihubungkan dengan faktor dalam maupun luar negeri.

Bagian kedua menguraikan proses kelahiran dan karakteristik organisasi-organisasi pegerakan nasional awal, mulai dari Budi Utomo hingga Muhammadiyah. Selanjutnya, diuraikan corak baru pergerakan nasional yang menunjukkan perkembangan orientasi gerakan yang sebelumnya berciri gerakan sosial, kemudian berubah menjadi gerakan politik hingga menyatakan konfrontasi langsung dengan pihak pemerintah kolonial.

Bagian berikut menyajikan tipe pergerakan nasional menghadapi situasi politik menjelang runtuhnya Hindia Belanda atau akhir masa pemerintahan kolonial Belanda di Nusantara. Selanjutnya, disusul pembahasan mengenai pergerakan perempuan dan pemuda yang menunjukkan bahwa kaum perempuan dan pemuda yang tergabung dalam gerakan kepanduan pun ikut ambil bagian dalam proses perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Bagian berikut mengkaji tentang pergerakan nasional masa fasisme Jepang yang diawali dengan ulasan tentang sikap lunak kaum nasionalis atas kehadiran Jepang yang menjanjikan kemerdekaan. Kemudian diulas mengenai bentuk-bentuk mobilisasi massa yang dilakukan oleh pemerintah militer Jepang dalam bentuk pembentukan organisasi-organisasi semi-militer yang pada gilirannya menjadi kekuatan yang justru melawan Jepang. Pada bagian ini juga diungkap bentuk-bentuk perlawanan pada berbagai daerah di Indonesia.

Bagian terakir membahas tentang pergerakan nasio-nal menjelang proklamasi kemerdekaan yang dimulai dari bahasan tentang solidaritas pemuda sebagai motor penggerak, peristiwa Rengas Dengklok, hingga diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

Harus diakui bahwa buku-buku yang mengkaji seputar perjalanan pergerakan nasional sangat banyak berikut gaya dan cara menyajikannya pun bervariasi. Keunggulan buku ini karena spesifik mengkaji sifat dan karakteristik masing-masing organisasi pergerakan yang lahir sebagai respon atas kondisi (situasi) politik yang diciptakan oleh kaum kolonial pada masanya. Selain itu, buku-buku sejarah pergerakan nasional lainnya (seperti yang dijadikan referensi dalam buku ini) diterbitkan tahun 1960-an, 1970-an, 1980-an, dan 1990-an, sehingga dapat dipastikan hanya dimiliki oleh sebagian pembaca saja. Dengan demikian, kehadiran buku ini setidaknya akan menjadi bacaan yang masih segar dan menjadi referensi untuk mengantar pembaca mengetahui atau menemukenali buku-buku bertema serupa yang pernah terbit beberapa dekade lalu. Singkatnya, buku ini relevan dengan silabus dan kurikulum jurusan sejarah di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.